Inilah Dua Alasan Nabil Fekir Akan Setia Bersama Lyon

Nabil Fekir Lyon, Nabil Fekir, Lyon, Ligue 1, Liga Prancis
Nabil Fekir, Captain Lyon
Nabil Fekir Lyon, Nabil Fekir, Lyon, Ligue 1, Liga Prancis
Nabil Fekir, Captain Lyon

Pemain gelandang dari Lyon sekaligus kapten kesebelasan mereka saat ini yaitu Nabil Fekir, memang belum memiliki jumlah gol sebanyak yang pernah Ia dapatkan pada musim 2014-2015. Namun sepertinya Ia bisa melebihi pencapaiannya tersebut dimusim ini. Tercatat dalam delapan pertandingan terakhirnya di Ligue 1, Ia telah menghasilkan lima buah gol, dan dipastikan akan bertambah dikemudian hari.

Fekir mengasah diri diberbagai klub di Prancis bahkan dua kali masuk di akademi Lyon. Dan terakhir kali ia berada Lyon pada tahun 2011, Ia mulai dimasukkan ke tim cadangan Lyon dan perlahan mulau 2013, Ia dilibatkan bersama tim utama.

Saat ini, pelatih Bruno Genesio, telah  memberi ban kapten itu kepada Fekir, yang memperkuat statusnya sebagai pemimpin Lyon. Hal ini dikarenakan kemungkinan besar Fekir akan tetap setia bersama Lyon untuk jangka panjang.

Diketahui ada dua alasan utama sang pelatih melihat kesetiaan Fekir.

Pertama, dia sangat mencintai Lyon. Lahir di kota tersebut, dia telah mendukung klub sejak dia ingat, dan dengan bangga bergabung dengan akademi saat berusia 12 tahun, tahun 2005. Kemunduran besar terjadi dua tahun kemudian saat dia dibebaskan karena tidak cukup kuat seperti rekannya. Fekir menderita penyakit Osgood-Schlatter (pertumbuhan yang menyakitkan di bawah lutut), namun Ia tidak membiarkan pukulan tersebut menimpanya.

Dia kembali ke klub Vaulx-en-Velin kecil, tempat ayahnya menjabat sebagai wakil presiden, untuk membuktikan dirinya. Fekir melanjutkan ke Saint-Priest tiga tahun kemudian dan bermain dalam pertandingan divisi bawah, di mana bakatnya terlihat menonjol. Pencari bakat dari seluruh penjuru negeri akhirnya datang untuk menyaksikan pemain muda tersebut.

Pada satu titik, Saint Etienne – saingan lokal Lyon – sangat ingin mengontraknya. Beberapa orang pasti ingin memiliki kesempatan untuk membalas dendam, tapi bukan Fekir. Dengan sabar ia menunggu satu-satunya klub yang ia inginkan. “Saya ingin menunjukkan kepada mereka bahwa mereka melakukan kesalahan,” katanya. Dan dia berhasil.

Alasan kedua adalah , beberapa klub enggan untuk mengambil resiko besar untuk dirinya, karena ia telah melewatkan sebagian besar pertandingan di musim 2015-16 dengan ligamen lutut yang robek. Arsenal dan Manchester City disebut-sebut sebagai calon pelamar sebelum cedera. Fekir mengalami kemunduran pada awal pertamanya (dan satu-satunya) untuk Prancis, dalam pertandingan persahabatan melawan Portugal pada bulan September 2015.

Pemilihannya untuk tim nasional juga menjadi salah satu contoh lain dimana menjadi drama panjang dan emosional. Pada tahap tertentu, gelandang tersebut dikatakan sedang berpikir bermain untuk Aljazair. Presiden FA Mohamed Raouraoua bahkan mengklaim bahwa Fekir memberi tahu pelatih Christian Gourcuff atas keputusannya, namun ternyata tidak terwujud. Seperti Zidane, dia pergi untuk kemeja biru, bercita-cita untuk bermain di Euro 2016. Mimpi itu berakhir dengan keadaan miris , dan masih harus dilihat apakah Fekir akan menyesali masa depan internasionalnya di tangan Didier Deschamps. Pasalnya Deschamps juga tak begitu menginginkannya terutama statistiknya lebih sedikit dibandingkan rekannya.

Karena itulah, Ia akan tetap setia bersama Lyon dan berusaha mewujudkan impiannya, pasalnya medan pertempurannya telah ia kenali. Seandainya Ia pindah ke klub lain, belum tentu ia menguasai dan juga dapat dimengerti oleh pelatih barunya nanti.