Kembali Ke Squad Tim Utama, Hatem Ben Arfa Tetap Tak Digunakan Oleh PSG

Hatem Ben Arfa, Paris Saint German, Ligue 1
Hatem Ben Arfa PSG
Hatem Ben Arfa, Paris Saint German, Ligue 1
Hatem Ben Arfa PSG

Pemain sayap berusia 30 tahun Paris Saint Germain yaitu Hatem Ben Arfa, seharusnya lebih sering dimainkan di lapangan dan memepertajam keahliannya, bukan menghabiskan menghabiskan enam bulan berikutnya berkarat di Parc des Princes.

Memang pada musim panas 2016, pemain asal Prancis tersebut merupakan salah satu pemain terpanas dinegaranya. Bahkan bisa dikatakan penyerang berbakat itu berada di tengah musim terbaik dalam karirnya. Dia berhasil mencetak 17 gol untuk Nice di kampanye 2015-16 ditambah enam assist lagi yang membawa timnya bertengger ke peringkat keempat dibawah PSG, Lyon dan AS Monaco.

Ketika dia tidak disebutkan dalam skuad Prancis dibawah asuhan Didier Deschamps untuk Euro 2016, ada kekecewaan menyeluruh dari penggemar dan kabar tak sedap pun menggema dimana pelatih tersebut melakukan dendam pribadi setelah waktunya di Marseille.

Namun sekarang, nama Ben Arfa hampir terlupakan. Ia tak menemukan dirinya lagi berada di bangku cadangan Paris Saint-Germain sejak kampanye musim ini,  bahkan akhir musim lalu. Dia berada di urutan paling belakang antrian untuk dimainkan di garis menyerang, padahal kemampuannya bisa dibilang yang terbaik di Eropa. Ia tidak dimainkan menjadi pemain pengganti, apalagi menjadi pemain starter.

Terakhir kali ia dimainkan saat PSG menghadapi Avranches di perempat final Coupe de France pada bulan April 2017 dimana Ia mencetak dua gol dan memberikan sebuah assist dan membawa timnya unggul 0-4.

Unai Emery, yang melihat pemain tersebut menolak Nice dan Saint-Etienne di musim panas, menjatuhkannya sebuah isyarat yang tidak begitu halus bahwa dia tidak diterima di klub tersebut dengan melemparkannya ke sisi cadangan.

“Dia adalah Neymar dari CFA (Championnat de France Amatir),” kata agen Jean-Jacques Bertrand, merujuk pada peringkat amatir Prancis, di mana Ben Arfa dapat menemukan dirinya bermain. “Kami telah melihat begitu banyak tentang pemain yang tidak menghormati kontrak mereka dipanggil untuk dimainkan. Tapi ini adalah kasus sebaliknya, kami ingin klub menghormati kewajiban mereka terhadap pemain.”.

Ia menambahkan, “Seakan Hatem tidak memiliki kontrak: Anda pergi, Anda tidak punya apa-apa dan Anda tidak meminta apapun. Kita tidak bisa melakukan hal seperti itu. “.

Sementara keputusan untuk melemparkannya ke jajaran amatir (tim cadangan) yang dirancang untuk memalukannya, Ben Arfa tampaknya merangkul peran tersebut selama beberapa hari di sana.”.

Rekannya di lini depan tim cadangan yaitu Romain Habran mengatakan juga kepada SFR Sport. “Dia tiba dengan senyuman. Di lapangan, dia sangat mengesankan. Dia selalu menginginkan bola. Saat dia ingin mencetak gol, dia mencetak gol. Anda mendapat kesan bahwa dia bisa papa siapa pun saat dia mau. “.

“Saya terkejut dengan kekuatan mentalnya. Bagi pemain hebat seperti dia dimasukkan ke sisi CFA, itu tidak mudah. Dia tahu bagaimana mengelolanya. Sekarang aku menganggapnya seperti kakak. “, ungkapnya.

Akhirnya, butuh ancaman tindakan hukum terhadap PSG yang membuat mereka meenempatkannya ke tim utama. Meskipun Ben Arfa disambut kembali ke dalam tubuh skuad, Emery sepertinya tidak menunjukkan minat untuk menggunakan dia.

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*