Matt Hummels Menyadari Pemecatan Ancelotti Karena Kontribusi Pemain Bayern

Matt Hummels, Carlo Ancelotti, Bundeliga, Liga jerman
Matt Hummels Carlo Ancelotti
Matt Hummels, Carlo Ancelotti, Bundeliga, Liga jerman
Matt Hummels Carlo Ancelotti

Pemain bek tengah Bayern Munich yaitu Matt Hummels mengetahui bahwa penampilan di bawah standar yang dihasilkan oleh para pemain Bayern Munich menyebabkan Carlo Ancelotti keluar dari pekerjaannya dan mengatakan skuadnya bertekad mengatasi kekurangan baru-baru ini.

Hummels memang baru hadir kembali di Bayern Munich dimusim panas lalu, saat Ancelotti mengambil alih kursi kepelatihan di Bayern menggantikan Pep Guardiola. Kehadirannya yang kedua kali di jawara Liga Jerman ini, Ia sempat membela Borussia Dormund selama tujuh tahun karena Ia tak medapatkan kesempatan di klub tersebut.

Pemain bernomor punggung 5 itu tampil apik membela Bayern dan membawa timnya meraih gelar juara Bundesliga dibawah naungan Ancelotti. Namun sayang performa timnya mulai di bawah level mereka dari pertandingan pra musim terutama di bulan-bulan terakhir masa jabatan pelatih Italia,

Mrereka memulai pertandingan pra musim dengan lemah, kemudian mencicipi kekalahan perdana dan permainan imbang di Bundesliga, yang membuatnya berada diperingkat ketiga klasemen. Akhirnya ia pun diberhentikan pada akhir September setelah takluk menghadapi Paris Saint-Germain di Liga Champions.

Ancelotti pun diganti dengan Jupp Heynckes yang sudah dikenal oleh Bayern, yang telah keluar dari masa pensiun setelah empat tahun tak mengasuh tim manapun. Iapun berhasil membawa timnya  mengadakan pesta gol saat menjamu Freiburg dengan skor 5-0.

Bayern juga telah mengunjungi markas Celtic dalam kompetisi Liga Champions dan berhasil bangkit dari kekalahan di Parc des Princes, dimana Hummels berada antara mereka. Ia mengakui bahwa peran para pemain dalam awal kampanye yang sempat terganggu oleh strategi Ancelotti, yang berbalik untuk melengserkan Ancelotti.

“Kami tentu saja berkontribusi pada fakta bahwa Carlo Ancelotti dipecat setelah hanya 15 bulan,” kata pemain internasional Jerman tersebut kepada Bild. “Kami memiliki terlalu sedikit performa yang meyakinkan, kami tidak bisa mendapatkan tingkat atas secara konstan selama beberapa pertandingan, yang membuat kami kesal sebagai tim. “.

Ia pun menambahkan, “Kami pasti harus memperbaiki banyak hal. [Kami] tidak berada pada level di mana [kami] harus mutlak menjadi anggota tim teratas di Eropa saat ini, dan kohesi ini belum berkembang lagi. Kami pasti punya banyak orang yang berbicara di ruang ganti dan mencoba mempengaruhinya.”

Bayern berada di posisi kedua di Bundesliga, dua poin di bawah Borussia Dortmund, sementara mereka membuntuti PSG dengan tiga poin di Grup B Liga Champions.